ikuti kami di
  Pencarian
 

Dra. C.I.M. Kusuma Widiawati

Kepala Sekolah


Juni, 2017
MSSR KJS
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

DAPDODIK
  NISN
  NPSN
  NUPTK

KRITIK DAN SARAN
2013-04-18 11:17:02
  Fairus ( Riris)
  Hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:06:50
  Devi Andriyani
  Perangkingan hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:02:19
  I Putu Sundika
  Reuni lulusan tahun 1994
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan


 
ARTIKEL DETAIL
http://sman7denpasar.sch.id/ - Rabu, 03 April 2013
Remaja Tanpa Bahasa Prokem Nggak Gaul, Benarkah?
Dibaca: 2304 Pengunjung


Oleh : administrator


Berkomunikasi adalah salah satu kebutuhan manusia untuk bersoaialisasi. Suka tidak suka, bahasa itu penting sebagai alat komunikasi. Berinteraksi tanpa bahasa ’bagaikan hidup tanpa cinta’, atau ’bagaikan sayur tanpa pedas’. Setiap bahasa memiliki ragam, dan ragamnya bervariasi.
Sementara remaja adalah bagian dari masyarakat yang juga membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi. Bahasa yang digunakan remaja bermacam-macam bisa terjadi. Lihatlah saat ini, di kalangan remaja terjadi pembauran pemakain bahasa, dari pemakaian bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa daerah, lalu dengan bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Bahkan saat ini sudah menggejala pembauran terjadi dengan menambahkan penggunaan bahasa Jepang dalam perpaduan itu. Tengoklah nyanyian dari grup band Zhifilia dengan judul Aishiteru, kemudian grup Nidji dengan lagunya ’Disco Lazy Time’, juga ’Iam Sorry Good By’ milik penyanyi Krisdayanti. Di kalangan anak sekolahan, sudah mulai pertunjukan dengan ’Pet Show-nya’ si boneka tangan menggunakan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, atau bahasa Indonesia dengan bahasa Jepang.
Untuk bahasa yang digunakan dalam bahasa prokem ini ada sejumlah kosa kata yang dapat dipahami, tetapi ada juga yang tidak dapat dipahami. Salah satu ragam bahasa yang dapat dipahami di lingkungan mereka dan dapat dipakai oleh remaja adalah bahasa prokem. Sesuai dengan dunia remaja itu sendiri yang sangat labil dan cenderung berubah-ubah, maka untuk dunia bahasa pun sering berubah-ubah. Kondisi kebahasaan yang berubah-ubah itu disikapi remaja dari tahun ke tahun sangat fleksibel perkembangannya. Khusus di kalangan penutur remaja atau yang merasa ada di lingkungan remaja, menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi saat ini adalah bahasa sandi yaitu sebagai bahasa khusus untuk kalangan mereka. Karena kekhususan inilah bahasa prokem banyak digunakan di kalangan mereka.
Bahasa ini merupakan jenis variasi bahasa yang terdapat dalam masyarakat sehingga dapat dikaji dengan sosiolinguistik.
Bahasa prokem atau slang adalah bahasa sandi yang dipakai dan hanya dimengerti oleh kalangan remaja, yang diperkirakan berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem ini digunakan sebagai sarana komunikasi diantara remaja pada masa-masa tertentu. Bahasa ini dipergunakan untuk menyampaikan sesuatu agar orang lain yang bukan kelompok mereka tidak paham dengan pembicaran mereka alias pembicaraan rahasia. Berkembangan bahasa prokem ini umumnya disebabkan oleh latar belakang sosial budaya para pemakainya. Hal ini merupakan perilaku kebahasaan yang bersifat universal.
Kosakata bahasa prokem sering diambil dari kosakata yang hidup di lingkungan tertentu. Pembentukan kata dan maknanya beragam dan bergantung pada kreativitas pemakainnya. Contoh: nyokap-bokap: ibu-bapak, boker: buang air besar, bonyok: bapak ibu (bokap-nyokap), boceng: petugas keamanan, cuek: tidak acuh, doku: uang, doi: pacar, hebring: sangat hebat, ngelinting: mengisap ganja, telmi: ‘telat mikir’, ABG: ‘anak baru gede’, camer: ‘calon mertua’, dll. Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para remaja. Selain itu dengan menggunakan bahasa prokem mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat eksklusif. Mereka merasa bahwa keberadaan mereka perlu diperhitungkan. Apakah itu bermanfaat atau tidak, tapi bagi mereka, mereka merasa nyaman dengan keadaan seperti itu.
Ada juga yang mengatakan bahwa bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan untuk mencari dan menunjukkan identitas diri, bahasa yang dapat merahasiakan pembicaraan mereka dari kelompok yang lain. Kondisi ini di sebagian anak muda, bahwa mereka merasa aman manakala apa yang menjadi masalah mereka, hanya mereka dan lingkungannya yang tahu.
Pemakai bahasa prokem pada awalnya hanya ingin mengetahui keberadaan bahasa tersebut, atau sekedar ’iseng’, karena bahasa ini merupakan ragam percakapan tidak resmi yang banyak dipakai sebagai bahasa pergaulan, dan dapat digunakan untuk berekspresi secara manasuka oleh mereka kaum remaja. Bahasa seperti ini tergolong bahasa yang tidak komunikatif (bersifat sementara) yang merupakan gejala mode sejenak dan cenderung menghambat upaya pembakuan bahasa Indonesia.
Kalau bahasa prokem ini dianggap mulai timbul dari kaum remaja yang iseng, dari mana masyarakat umum memahami bahasa prokem? Setelah diamati dan diteliti, ternyata bahasa prokem ini justru mulai digunakan warga masyarakat pada saat munculnya tukang copet, tukang jambret, perampok, pembunuh, dan pekerjaan lain yang menjurus ke arah kriminalitas.
Mereka dengan julukan preman yang selalu berkomunikasi dengan orang lain yang seprofesi, menggunakan sebuah bahasa yang digunakan secara sembunyi-sembunyi (sekarang disebut bahasa prokem). Akibatnya, orang-orang karena alasan tertentu, seperti para penjual makanan dan minuman, karena untuk keperluan hidup lainnya, atau komunikasi dalam keluarga mereka dilakukan hampir setiap hari, lama kelamaan mereka tahu makna istilah-istilah yang digunakan oleh kaum preman tersebut.
Dalam kesehariannya, mereka sering bersinggungan dengan orang yang tidak seprofesi. Mereka ini antara lain adalah pemuda dan remaja putus sekolah, yang ketika itu dikenal dengan istilah crossboy. Dari sinilah bahasa prokem mengembangkan sayapnya dan dikenal dengan istilah “Preman”.
Kelompok yang kemudian tertarik untuk mempelajarinya adalah para remaja yang masih sekolah, baik di sekolah lanjutan tingkat pertama, maupun sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar atau sudah di perguruan tinggi.
Tidak ada orang yang dapat menjelaskan secara tepat bagaimana wujud bahasa prokem pada waktu timbul pertama. Namun mengingat bahwa nama bahasa ini disebut ’bahasa prokem’, karena bentuk olahan awal bahasa ini antara lain adanya penyisipan -ok-, antara lain seperti yang terlihat pada nama bahasa itu: ‘prokeman’, lalu mengalami gejala apokot dengan lenyapnya bunyi akhir menjadi prokem (dekade 80-an).
Kosakata bahasa prokem pun banyak mengalami gejala metatesis (pembalikan urutan penulisan huruf). Gejala ini sudah dikenal lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, seperti dalam kibin ‘bikin’, depek ‘pendek’, maya ‘ayam’, dan baak ‘asbak’. Para remaja ini cenderung mencampuradukkan segala macam pola ke dalam bahasa prokem seolah-olah mau menganggap bahwa segala macam bentuk yang tidak baku merupakan bahasa prokem.
Kosakata suatu bahasa senantiasa mencerminkan keadaan lingkungan, sikap hidup, serta alam pikiran para penuturnya. Sebagian besar kata, berhubungan dengan keadaan sekitar dan kehidupan penuturnya sehari-hari. Hal yang sangat berlaku terhadap bahasa prokem ini. Kosakata yang timbul diawali dengan kata-kata yang menjurus ke arah dunia hitam, seperti dalam dunia pencuri, pencopet, penodong, dan perampok. Boleh dikatakan bahwa kaum preman sama sekali tidak mau menghiraukan masalah-masalah dan hal-hal di luar lingkungan kehidupan mereka. Sebagian besar kosakata menggambarkan orang-orang serta barang-barang sasaran, tempat, lingkungan sasaran, khalayak, serta petugas.
Kehadiran bahasa prokem itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa pemakainya terbatas pada situasi tidak resmi. Jika mereka berada di luar dari lingkungan kelompoknya bahasa yang digunakan beralih ke bahasa lain yang berlaku di tempat umum itu. Kehadirannya dalam lingkungan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sesungguhnya tidak perlu dikhawatirkan karena bahasa itu masing-masing timbul dan berkembang sesuai dengan fungsi dan keperluan masing-masing.
Bahasa prokem itu diantaranya ditandai dengan penggunaan kata-kata slang, jargon, singkatan, dan ungkapan formula seperti iklan. Kosakata slang adalah kosa kata yang maknanya perlu dirahasiakan. Kosa kata ini biasanya diletakkan diantara kata dalam bahasa Jakarta (Betawi).
Keaktifan sehari-hari para remaja kita lebih banyak berkaitan dengan kehidupan keluarga, cinta, keadaan sekolah dan atau perguruan tinggi, serta masalah-masalah kenakalan remaja. Ini menyiratkan bahwa kosakata yang timbul kemudian mengacu pada hal dan masalah sekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja yang terungkap dengan istilah kekerabatan, kata ganti orang, masalah seks, narkotika, dan obat-obatan sejenis serta minuman keras. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa semua kosakata kaum preman sama sekali tidak digunakan para pemuda dan remaja, tetapi fungsi suatu benda dalam suatu kelompok, yang bentuknya juga dikenal anggota kelompok lain, tentulah berbeda.
Kelompok ini ada karena penuturnya berbeda, fungsi dan tujuan pemakaiannya pun berbeda. Kaum preman melakukan tindakan kejahatan, para pemuda dan remaja suka bergembira dan bergaul dengan sesamanya. Seiring perjalanan waktu, bahasa prokem ini bergeser maknanya, yaitu tidak lagi disediakan dengan bentuk dan rumus atau kode bahasa tertentu, melainkan lebih ditonjolkan sebagai bahasa kode atau sandi yang dipakai oleh kelompok tertentu, dalam hal ini para pemuda dan remaja. Setiap kelompok dapat saja memberi interprestasi yang berbeda-beda menurut pengertian masing-masing, karena itu dapat kita temukan sejumlah variasi dalam pemakaian kalimat bahasa Indonesia. Inilah yang merupakan salah satu ciri pembeda bahasa prokem kaum preman dengan bahasa prokem kaum pemuda dan remaja saat ini.
Bahasa ini pun digunakan sebagai identitas kelompok hingga ada kemungkinan bahwa kelompok yang berbeda akan menggunakan kosa kata yang berbeda pula, seperdi ’pedekate’, yang bermakna ’pendekatan’, ada juga mengatakan ’percaya diri dengan kata-kata yang diucapkan’. Sebagian besar kata-katanya dibentuk seolah-olah merupakan kata biasa yang digunakan orang dalam percakapan sehari-hari. Dari pemakaian tampak bahwa keadaaan ini tidak perlu terlalu dirisaukan karena bahasa ini hanya merupakan suatu gejala yang serupa dengan gejala dialek lainnya yang dikenal dalam bahasa Indonesia.
Bahasa dalam lingkup masyarakat akan selalu mengalami pergerakan dan perubahan. Bahasa pun akan terus mengikuti pergerakan dan perubahan budaya dalam sebuah masyarakat. Hal ini disebabkan bahwa bahasa memiliki korelasi dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Bahasa dapat berkembang dengan pesat atau sebaliknya, secara perlahan musnah karena ditinggalkan penggunanya.
Pemakaian bahasa gaul yang juga mencerminkan sebuah budaya tersebut tampak sekali pada dialog-dialog yang digunakan antartokoh dalam film maupun dialog sehari-hari, sinetron, drama, lawakan, face book/fb, sms, dan pentas lainnya, yang berhubungan dengan dunia remaja Indonesia. Dialog yang digunakan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia yang sesuai dengan tata bahasa Indonesia baku. Bahasa remaja memiliki kecenderungan memakai bahasa prokem atau slang yang memiliki kesan santai dan tidak kaku. Ketidakbakuan tersebut tercermin dalam kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi.
Bahasa gaul remaja sebagai variasi mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan variasi bahasa yang lain. Karakteristik bahasa gaul remaja tampak pada pilihan kata yang dapat berupa singkatan, akronim, kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi. Pemakaian singkatan dan akronim, khususnya bagi para remaja digunakan ketika berkomunikasi pada saat kominikasi sms, fb/face book, dll.
Dari referensi di atas, ada beberapa hal penting mengenai bahasa gaul, yaitu bahasa gaul dapat berupa prokem atau slang, digunakan oleh remaja, bersifat semenatara, sebagai identitas komunitas, hanya berupa variasi bahasa, dan penggunaannya meliputi: kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi.
Remaja sebagai suatu kelompok sosial tertentu yang ada dalam masyarakat, sering menggunakan bahasa prokem ketika berkomunikasi dengan anggota kelompoknya. Selain itu, bahasa yang dipakai oleh remaja terkadang memiliki keunikan-keunikan dan bersifat kreatif. Oleh karena itu, bahasa prokem remaja khususnya dalam aplikasi pemakaiannya pada dialog film, sinetron, drama, komunikasi sehari-hari, memang menarik untuk diamati dan diteliti, karena bahasa prokem memiliki ciri khas dan nilai sosial tersendiri bagi remaja. Jika remaja merasa nyaman ada pada posisi menggunakan bahasa prokem, maka hal itu akan mampu mengangkat derajat kemandirian seorang anak bangsa, tanpa harus mengorbankan tatanan lain yang sudah ada pada posisinya masing-masing, mengapa harus diperdebatkan? Justru menumbuhkan kepercayaan diri bagi sabagian orang sangat sulit. Dan keberadaan menggunakan bahasa prokem menjadikan anak ada pada posisi ’sosok orang yang dikatagorikan gaul’. Mengapa kita tidak belajar untuk memberi ruang pada variasi kreatif yang ingin ditonjolkan.
Denpasar, Akhir Juli 2010


Dibaca: 2304 Pengunjung


 
artikel Lainnya
06 Mei 2014 : Program Matrikulasi Sebagai Dampak Pelaksanaan Kurikum KTSP 2013 Secara Serentak Di Semua Satuan Pe
01 Desember 2013 : TATTOO TUBUH PENTINGKAH ?
17 September 2013 : Workshop Pengembangan Program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
11 September 2013 : Foto Lazer Bisa Membuat Orang Menjadi Muda
11 September 2013 : Sosok Yang Suputra Cerminan Pendidikan Yang Berhasil
Cari artikel :    
 

Drs. I Ketut Muditha,M.Pd

Wakasek Kurikulum

I Nyoman Sedana,S.Pd, MM

Wakasek Kesiswaan

Drs. I Made Siarta, M.Pd

Wakasek SaPras


VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 3 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 7 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 801 Responden
Lihat hasil

 

SMAN 7 Denpasar
Beranda
Peta Situs
Situs Terkait
Foto
Video
Kritik Saran
Kontak Kami
Peta Lokasi

Lihat Peta Lebih Besar
Statistik Pengunjung
1677284

Pengunjung hari ini : 86
Total pengunjung : 219529
Hits hari ini : 765
Total Hits : 1677284
Pengunjung Online: 3


Kontak Informasi
SMAN 7 Denpasar
Jl.Kamboja No.9 Denpasar - Bali, Indonesia
 
P. 0361-222544
F. 0361-222544
E. info@sman7denpasar.sch.id
W. www.sman7denpasar.sch.id

Copyright © 2009 - 2012 SMA Negeri 7 DENPASAR. All Rights Reserved.  
ikuti kami di