ikuti kami di
  Pencarian
 

Dra. C.I.M. Kusuma Widiawati

Kepala Sekolah


Desember, 2017
MSSR KJS
     12
3456789
10111213 141516
17181920212223
24252627282930
31      

DAPDODIK
  NISN
  NPSN
  NUPTK

KRITIK DAN SARAN
2013-04-18 11:17:02
  Fairus ( Riris)
  Hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:06:50
  Devi Andriyani
  Perangkingan hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:02:19
  I Putu Sundika
  Reuni lulusan tahun 1994
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan


 
ARTIKEL DETAIL
http://sman7denpasar.sch.id/ - Rabu, 17 April 2013
SUPERVISI KLINIS OLEH TEMAN SEJAWAT SEBAGAI SALAH SATU TEKNIK MEMBANTU GURU SMA NEGERI 7 DENPASAR D
Dibaca: 4888 Pengunjung


Oleh : administrator

Pendahuluan
Masyarakat telah mengakui bahwa guru memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang diamanatkan pada alenia keempat pembukaan undan-undang 1945. Untuk mengemban amanat tersebut seorang guru haruslah seorang profesional karena kesehariannya berhadapan dengan tugas yang menuntut tanggung jawab moral dalam mendidik generasi muda dalam menyiapkan masa depan agar kelak dapat menjadi manusia yang bermanfaat baik untuk diri sendiri, bagi masyarakat maupun bagi nusa dan bangsa.
Pengakuan bahwa guru adalah tenaga profesional telah ditegaskan dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 29. “Pendidik merpakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan tugas pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dan….”
Walaupun jabatan guru telah diakui sebagai profesi belum berarti semua guru sudah profesional. Semua guru telah menyadari bahwa seorang guru harus professional, namun masih sedikit yang sadar untuk berusaha mengembangkan diri untuk menjadi guru yang profesional. Sangat sedikit guru yang mampu melihat kelemahan dirinya dalam melaksanakan profesinya. Sebagai contoh masih sering dijumpai guru melimpahkan kesalahan kepada siswa bila siswa tidak berhasil mencapai prestasi belajar yang diharapkan tanpa ada usaha untuk melihat kekurangan yang ada pada diri guru itu sendiri.
Atas dasar kenyataan tersebut dalam mengembangkan profesi guru memerlukan bantuan yang kalau dikaitkan dengan pelaksanaan profesi sebagai guru. Bantuan yang dimaksud adalah bagaimana agar guru dapat menyadari bahwa ada kelemahan pada dirinya dalam mengelola proses pembelajaran dan menemukan upaya pemecahannya. Untuk itu diperlukan supervisi klinis sebagai salah satu teknik membantu guru dalam mengembangkan profesionalisme dalam mengelola proses pembelajaran. Guru yang profesonal tercermin dari penguasaan materi, kemampuan menstrasfer pengetahuan, ketrampilan dan sikap kepada anak didik sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Pada umumnya yang melaksanakan supervisi adalah para pejabat ( Pengawas, Kepala sekolah ) karena memang pejabat tersebut memiliki kewenangan untuk itu. Tetepi telah disadari pula bawa supervisi seperti itu terkesan sangat formal akibatnya situasi belajar mengajar yang diobservasi terkesan kaku dan dibuat-buat sehingga kelemahan dan kelebihan yang dimiliki guru tidak tampil secara alami/wajar dan ini akan berdampak kepada proses pemberian bantuan terhadap guru yang bersangkutan, artinya supervisor tidak menemukan aspek ketrampilan pembelajaran yang masih kurang pada guru tersebut untuk diperbaiki bersama antara guru dengan supervisor.
Pengertian Supervisi Klinis
Supervisi klinis berasal dari kata supervisi dan klinis. Supervisi diartikan sebagai suatu bimbingan dan tuntunan ke arah perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajaran.
Sedangkan klinis dalam hal ini diartikan:
    Sebagai  hubungan tatap muka antara supervisor dengan guru yang berfokus pada tingkah laku yang  sebenarnya  dari  guru  yang  mengajar di kelas,  maksudnya adalah tingkah laku yang sewajarnya, tidak di buat-buat.
    Sebagai kegiatan observasi dari dekat dan dilakukan secara cermat Mendiskripsikan hasil/data observasi  secara detail
    Sebagai hubungan yang kooperatif antara supervisor dan guru untuk bersama-sama mencermati penampilan guru dalam mengajar
    Mendorong guru melihat kekuranganya dalam mengajar dan menemukan cara untuk mengatasinya
Richard Welles memberikan difinisi sebagai berikut :
Supervisi Klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada perbaikan mengajar dengan menggunakan siklus yang sistimatis dalam perencanaan dan pengamatan serta analisis yang intensif dan tepat tentang penampilan mengajar yang nyata serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional” Jadi fokus dari supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara aktual di kelas dan guru sebagai peserta yang aktif dalam proses supervisi tersebut.
Tujuan Supervisi Klinis
1. Tujuan Umum :
Tiga kegiatan pokok dalam supervisi klinis adala: pertemuan pendahuluan, pengamatan/ observasi mengajar dan pertemuan umpan balik. Tujuan umum ketiga kegiatan tersebut adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan ketrampilan mengajar guru di kelas. Dalam hal ini supervisi klinis merupakan kunci untuk menngkatkan pengembangan profesi guru.
2. Tujuan Khusus :
Menyediakan umpan balik secara obyektif bagi guru mengenai kegiatan mengajar yang baru dilaksanakan. Ini merupakan cermin agar guru dapat mengetahui apa sebenarnya yang mereka perbuat selama mengajar berlangsung sebab apa yang mereka lakukan bukan tidak mungkin berbeda dengan apa yang mereka pikirkan.
    Mendiagnosa dan memecahkan masalah masalah mengajar
    Membantu guru dalam mengembangkan strategi mengajar
Prosedur Supervisi Klinis
Prosedur supervisi klinis berlangsung dalam suatu proses berbentuk siklus dan terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pertemuan pendahuluan, tahap pengamatan, dan tahap umpan balik. Dua dari tiga tahap tarsebut merupakan pertemuan antara guru dan supervisor, yaitu pertemuan pendahuluan dan pertemuan umpan balik.
a.    Tahap Pertemuan Pendahulan
Dalam tahapan ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana tentang ketrampilan yang akan disupervisi dan dicatat. Tahap ini memberikan kesempatan kepada guru dan supervisor untuk mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian menerjemahkannya ke dalam bentuk tingkah laku yang mudah diamati. Pada tahap ini perlu dibicarakan dan menentukan ketrampilan mengajar yang akan diamati dan dicatat selama proses pembelajaran berlangsung.
Suatu komunikasi yang efektif dan terbuka diperlukan dalam tahap ini guna mengikat supervisor dan guru sebagai partner dalam suasana kerjasama yang harmonis.
Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemuan pendahuluan dengan baik yaitu :
    Ciptakan suasana intim antara supervisor dengan guru sebelum langkah–langkah selanjutnya dilaksanakan
    Mereviu rencana proses pembelajaran serta tujuan/indikator pembelajaran
    Mereviu komponen yang akan dilatih dan yang akan diamati
    Memilih atau mengembangkan instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang akan menjadi perhatian utama
    Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan dibicaraka bersama antara guru dan supervisor serta merupakan suatu kontrak/kesepakatan bagi guru dan supervisor untuk dilaksanakan.
b.    Tahap Pengamatam Mengajar
Dalam tahap ini guru melatih tingkah laku mengajar berdasarkan komponen ketrampilan yang telah disepakati pada pertemuan pendahuluan. Bersamaan dengan itu supervisor mengamati, mencatat atau merekam tingkah laku guru ketika mengajar berdasarkan komponen ketrapilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Supervisor dapat juga mengobservasi tingkah laku siswa yang sedang mengikut proses pembelajaran di kelas.
c.    Tahap Pertemuan Umpan Balik
Sebelum umpan balik dilaksanakan maka supervisor mengadakan analisis pendahuluan tentang rekaman observasi yang dibuat sebagai bahan dalam pembicaraan tahap pertemuan tersebut. Dalam hal ini supervisor harus mengusahakan data yang objektif, menganalisis dan menginterpretasi secara kooperatif bersama dengan guru tentang apa yang telah berlangsung dalam mengajar.
Langkah – langkah utama dalam tahap pertemuan umpan balik adalah :
    Memberi penguatan dan menanyakan perasaan guru secara umum ketika mengajar
    Mereviu tujuan pembelajaran
    Mereviu target ketrampilan dan perhatian utama guru
    Menanyakan perasaan guru tentang jalannya proses pembelajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya
    Menunjukkan dan mengkaji bersama dengan guru hasil observasi  / rekaman data.
    Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut
    Menyimulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya merupakan keinginan atau target guru dan apa sebenarnya bisa tercapai
    Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih /perlu diperhatikan dimasa yang akan datang
Kriteria umpan balik :
    Bersifat deskriftif dari pada evaluatif. Dengan menghindari menggunakan bahasa yang bersifat evaluatif akan dapat menghindari guru bersikap atau bereaksi defensif terhadap umpan balik
    Umpan balik harus spesifik, umpan balik harus menunjukkan dengan jelas bagian mana ketrampilan yang telah dikuasai dengan baik dan bagian mana belum dikuasai
    Umpan balik harus memenuhi kebutuhan guru dan supervisor, yang paling penting bagaimana supaya umpan balik memberikan manfaat bagi guru
    Umpan balik merupakan suatu yang diminta oleh guru bukan diadakan semata karena kepentingan supervisor
    Umpan balik diberikan segera setelah pelaksanaan mengajar
    Umpan balik harus terkomunkasi dengan jelas kepada guru
Peranan dan Syarat Teman Sejawat sebagai Supevisor
Agar teman sejawat dapat berperan dengan baik sebagai supervisor, maka perlu diketahui peranan dan syarat seorang supervisor. Supervisor mempunyai peranan menciptakan suasana kerjasama yang dapat memungkinkan terciptanya hubungan yang saling memahami sehingga terjadi komunikasi yang kondusif bebas dari rasa tegang dan tertekan. Peranan ini lebih memungkinkan terwujud bila dilakukan oleh guru senior sebagai seoran teman dibandingkan dilakukan oleh atasan.
Untuk dapat memenuhi tuntutan peranan yang sangat umum dan luas tersebut, seorang supervisor diharapkan dapat menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :
    Fungsi mendiagnosis. Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosa kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas pembelajaran
    Fungsi perencanaan, membantu guru dalam merencanakan tujuan, sasaran, strategi pembelajaran dan menysun pengalaman belajar bagi siswa untuk mencapai hasil yang maksimal
    Fungsi motivasi. menumbuhkan motivasi guru untuk senantiasa memiliki idealisme demi peningkatan kualitas proses pembelajaran
Teman sejawat yang akan berperan sebagai supervisor sedapat mungkin harus mempunyai keyakinan bahwa guru memiliki kemampuan atau potensi untuk dikembangkan. Oleh karenanya seorang supervisor teman sejawat seharusnya :
    Memberikan kebebasan kepada guru untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkan
    Memeliki ketrampilan berkomunikasi, melakukan observasi dan kemampuan menganalisa tingkah laku guru ketika mengajar
    Menghindari sikap mendominasi, sehingga guru merasa dihargai dan dapat dengan leluasa mengungkapkan kekurangan atau kelebihan yang dimiliki
Efektifitas Supervisi yang Dilakukan oleh Teman Sejawat
Sebagai indikator keberhasilan supervisi klinis adalah sejauh mana komunikasi yang dijalin seorang supervisor dapat mendorong guru untuk menemukan kelemahan/kelebihan yang ada pada dirinya dalam melaksanakan tugas pembelajaran kemudian guru mampu memperbaiki ketrampilan dalam melaksanakan tugas pembelajaran yang dirasakan masih kurang dan mengembangkan ketrampilan yang telah dikuasai dengan baik.
Sebagai syarat untuk terciptanya komunikasi seperti tersebut di atas terlebih dahulu harus tercipta keterbukaan antarguru dengan supervisor. Rasa keterbukaan ini akan lebih mudah tercipta bila antara guru dengan supervisor telah saling kenal baik dalam hubungan personal maupun dalam hubungan kerja. Hubungan seperti tersebut di atas akan terasa lebih nyaman atau rileks dibandingkan dengan hubungan antara guru dengan pejabat atau atasan yang melaksanakan tugas supervisi.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru-guru SMA Negeri 7 Denpasar, 75 % dari 84 orang guru menyatakan komunikasi mereka lebih terbuka bila dilakukan dengan teman sejawat. Atas dasar tersebut supervisi klinis akan lebih efektif bila dilakukan oleh teman sejawat. Sudah barang tentu guru yang ditunjuk sebagai supervisor adalah guru yang memenuhi syarat seperti yang telah diuraikan di atas.
Supervisi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan untuk mengantarkan anak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan terjun ke masyarakat.


Dibaca: 4888 Pengunjung


 
artikel Lainnya
06 Mei 2014 : Program Matrikulasi Sebagai Dampak Pelaksanaan Kurikum KTSP 2013 Secara Serentak Di Semua Satuan Pe
01 Desember 2013 : TATTOO TUBUH PENTINGKAH ?
17 September 2013 : Workshop Pengembangan Program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
11 September 2013 : Foto Lazer Bisa Membuat Orang Menjadi Muda
11 September 2013 : Sosok Yang Suputra Cerminan Pendidikan Yang Berhasil
Cari artikel :    
 

Drs. I Ketut Muditha,M.Pd

Wakasek Kurikulum

I Nyoman Sedana,S.Pd, MM

Wakasek Kesiswaan

Drs. I Made Siarta, M.Pd

Wakasek SaPras


VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 3 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 7 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 845 Responden
Lihat hasil

 

SMAN 7 Denpasar
Beranda
Peta Situs
Situs Terkait
Foto
Video
Kritik Saran
Kontak Kami
Peta Lokasi

Lihat Peta Lebih Besar
Statistik Pengunjung
1897875

Pengunjung hari ini : 93
Total pengunjung : 244567
Hits hari ini : 461
Total Hits : 1897875
Pengunjung Online: 2


Kontak Informasi
SMAN 7 Denpasar
Jl.Kamboja No.9 Denpasar - Bali, Indonesia
 
P. 0361-222544
F. 0361-222544
E. info@sman7denpasar.sch.id
W. www.sman7denpasar.sch.id

Copyright © 2009 - 2012 SMA Negeri 7 DENPASAR. All Rights Reserved.  
ikuti kami di