ikuti kami di
  Pencarian
 

Dra. C.I.M. Kusuma Widiawati

Kepala Sekolah


Oktober, 2017
MSSR KJS
1234567
891011121314
15161718192021
22 232425262728
293031    

DAPDODIK
  NISN
  NPSN
  NUPTK

KRITIK DAN SARAN
2013-04-18 11:17:02
  Fairus ( Riris)
  Hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:06:50
  Devi Andriyani
  Perangkingan hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:02:19
  I Putu Sundika
  Reuni lulusan tahun 1994
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan


 
ARTIKEL DETAIL
http://sman7denpasar.sch.id/ - Minggu, 01 Desember 2013
TATTOO TUBUH PENTINGKAH ?
Dibaca: 17546 Pengunjung


Oleh : administrator

Beberapa ahli mengatakan seni tattoo ini sudah ada sejak 12.000 tahun SM. Zaman dahulu tattoo adalah semacam ritual bagi suku-suku kuno seperti Maori, Inca, Ainu, Polynesians, dsbnya. Menurut sejarah, bangsa Mesirlah yang menjadi pelopor tumbuh suburnya tattoo di dunia.Bangsa Mesir dikenal sebagai bangsa yang terkenal kuat. Konon gara-gara ekspansi mereka terhadap bangsa-bangsa lain, seni tattoo (Indonesia ‘tato’) ini juga menyebar luas ke daerah Yunani, Persia, dan Arab.

Salah satu tato tertua di dunia dimiliki oleh Suku Mentawai, Sumatra Barat.Mereka mengenal tato atau titi dalam bahasa setempat sejak zaman logam (1.500 SM hingga 500 SM).Orang Mentawai menganggap tato sebagai ruh kehidupan.Tak jauh berbeda dengan suku-suku lain di dunia, Suku Mentawai merajah tubuh untuk menunjukkan status sosial dan jati diri.Salah satu suku tertua di dunia ini juga menganggap tato berfungsi sebagai simbol keseimbangan alam.Di daerah Indonesia, seperti Suku dayak, merajah tato bukan sekadar seni. Ada nilai filosofis di setiap motif tato yang tergurat di badan.Motif burung Enggang ataupun Naga untuk kalangan bangsawan.Bunga Terung untuk ksatria.Sementara tato dengan motif manusia, akar-akaran, dan anjing diperuntukkan bagi masyarakat umum atau kebanyakan.
Tato juga dipercaya akan bercahaya setelah pemilik tato tersebut meninggal. Ini akan membuat para leluhur mengenali arwah dan membawanya ke surga. Suku Dayak juga mengenal rajah tubuh sebagai tradisi, religi, dan status sosial.Tato atau yang mereka namakan betik diberikan sebagai penghargaan bagi anggota suku yang menjadi pahlawan.
Di zaman dahulu, Bangsa Yunani kuno memakai tato sebagai tanda pengenal bagi para anggota dari badan intelijen mereka atau sebagai mata-mata perang pada saat itu.Di sini tato menunjukan pangkat dari anggota yang menjadi mata-mata perang.Berbeda dengan bangsa Romawi, mereka memakai tato sebagai tanda bahwa seseorang itu berasal dari golongan budak, dan tato juga dirajahi ke setiap tubuh para tahanannya.Suku Maori di New Zealand membuat tato berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan bokongnya.Menurut mereka, ini adalah tanda bagi keturunan yang baik. Di Kepulauan Solomon, tato ditorehkan di wajah perempuan sebagai ritus untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Hampir sama seperti di atas, orang-orang Suku Nuer di Sudanmemakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak laki-laki. OrangIndian melukis tubuh dan mengukir kulit mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukkan status sosial tertentu
 
 
Tato dalam negara China dikenal dengan sebutan Wen Shen atau Rajah mulai merambahi negara Cina sekitar tahun 2000 SM. Wen Shen konon artinya “akupunktur badan”. Bangsa Cina kuno memakai tato untuk menandakan bahwa seseorang pernah dipenjara. Sementara di Tiongkok sendiri, budaya tato terdapat pada beberapa etnis minoritasnya, yang telah diwarisi oleh nenek moyang mereka, seperti etnis Drung, Dai, dan Li, namun hanya para perempuan yang berasal dari etnis Li dan Drung yang memilik kebiasaan mentato wajahnya,disaat beranjak ke usia 12 atau 13 tahun sebagai simbol kedewasaan. 
Sementara dalam suku bangsa Dai, merajah juga merupakan sebuah kebiasaan kuno mereka dan masih dapat ditemukan pada beberapa desa di pedalaman wilayah suku bangsa itu.Para lelaki serta perempuannya dirajah berdasarkan adat kebiasaan suku bangsa Dai. Untuk lelakinya dirajah pada bagian otot yang kuat dan perempuannya pada bagian belakang tangan, lengan atau diantara alis.
 
 
Untuk kondisi saat ini banyak faktor yang menjadi penyebab orang memahami tato.Ada yang merasa bahwa tato dan tindik adalah sesuatu yang harus dijauhi. Termasuk dalam agama atau kepercayaan tertentu, seni tato tersebut dianggap sebagai sebuah ritual turunan, dan tidak jarang penikmat seni tato dan tindik atau biasa disebut kolektor ini pun mendapat pemahaman yang negatif dari masyarakat umum penikmat seni tato dan tindik, kerap dianggap akrab dengan kriminalitas dan lebih sering ditemukan pada pelaku kriminal untuk menambah keseraman mereka.
Sementara di sisi lain,seni tato tetap menempati posisi tersendiri dalam beberapa kelompok bahkan sebagai sebuah kelompok yang eksklusif, apalagi peminatnya cenderung ke anak muda yang selalu ingin mencoba dan mencoba. 
Dari situlah muncul bahwa bertato adalah sebuah gaya hidup atau trend mode yang dimiliki oleh sekelompok komunitas atau geng tertentu. Bahkan dianggap sebagai sebuah seni yang dapat mempercantik diri, menambah harga diri, kepercayaan diri, sebagai sebuah pengakuan diri, dsbnya, sehingga dari waktu ke waktu komunitas dan penggemarnya semakin banyak.Justru hal semacam ini menjadi peluang bagi mereka untuk berkarya di bidang penatoan, sehingga muncullah studio-studio tato dan tindik di Indonesia, apalagi di belahan daerah pariwisata, seperti di Kuta, Sanur, Ubud, Legian, dsbnya.
Tato menjadi populer saat ini.Tato sudah menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan penampilan.Tato bahkan dianggap dapat meningkatkan sensualitas.Bahkan, tato dapat ditemukan di semua usia, dari anak kecil hingga orang tua. Bagi sebagian kalangan, tato merupakan bentuk karya seni yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan ada yang berpendapat bahwa tato juga bisa dijadikan sebagai metode alternatif pengobatan atau terapi.
 
 
Buat kalangan tertentu, seni merajah tubuh (tato) memang masih dianggap tabu.Di mata mereka, paling tidak tato dipandang bercitra buruk, sarat kekerasan, dan cenderung dekat dengan dunia kejahatan.Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini tato juga dipandang bagian dari ‘produk' kecantikan.Kaum penggemarnya pun makin meluas hingga ke kalangan selebriti, olahragawan, eksekutif muda, remaja, dan ibu-ibu rumah tangga.Terutama bagi kalangan remaja, perkembangannya begitu pesat.
Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, sekitar 36% remaja (usia 14 tahun) di negeri itu, hampir dipastikan di tubuhnya ada rajahan tokoh-tokoh idola, bunga, serta berbagai ornamen lainnya.
Namun, di sisi lain ada fenomena yang berbeda, bahwa populasi penggemarnya terus meningkat, arus balik dari kaum bertato pun tak kalah derasnya. Untuk soal yang terakhir itu, bisa disimak dari hasil survei selanjutnya.Dalam survei tersebut dikatakan bahwa dari sekitar 10 juta orang yang bertato, 50% diantaranya ternyata malah berniat menghilangkan rajahan itu.Banyak alasan yang dikemukakan mereka.Mulai dari sulit mencari pekerjaan hingga merasa bosan.Bahkan tak sedikit diantaranya yang menyatakan menyesal.
Jika dicermati lebih jauh, dari mereka yang menyesal, ternyata ada motif yang menarik.Kata mereka, tato juga berdampak buruk terhadap kesehatan.Salah satu contohnya, yang dialami oleh Karl Fredrik Ljungberg, pesepak bola hebat yang kini bermain di Arsenal.Sudah sembilan tahun pria yang kini berusia 30 tahun ini bergabung di klub papan atas Liga Inggris itu.Tapi, kehebatannya mengocek bola di lapangan, nyaris tak pernah terlihat lagi, paling tidak, selama tiga tahun terakhir. Pasalnya, sejak saat itu, ia lebih sering duduk di bangku cadangan. Ternyata sang pelatih Arsenal mempunyai alasan kuat untuk mengistirahatkan Ljungberg selama itu. Gara-garanya, pemain berkebangsaan Swedia ini kerap terserang sakit kepala (migren) secara tiba-tiba dan tanpa sebab.Celakanya pula, pusing di kepalanya itu bisa berlangsung selama dua minggu.Tak kurang dari tim dokter yang menanganinya pun dibuat puyeng. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk melacak penyakit sang idola. Semula, tim dokter menyangka bahwa pusing di kepala Ljungberg karena kanker. Tapi, setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, akhirnya ketahuan juga biang keroknya, yaitu karena racun yang berasal dari tinta tato di tubuhnya.
 
 
Layaknya kebanyakan selebriti dunia, begitu pula yang dilakukan Ljungberg.Ia merajah tubuhnya dengan dua gambar panther (macan kumbang), masing-masing di sisi kanan perut dan punggungnya. Menurut dokter yang memeriksanya, Ljungberg ternyata alergi dengan tinta tato.Dan alergi ini menimbulkan reaksi pada jaringan getah bening yang ada di pinggang, sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan saraf.Saraf yang terganggu inilah yang ditenggarai memicu migren.
Kasus hampir serupa juga dialami oleh seorang remaja di Amerika.Bahkan efek buruk yang dirasakan oleh pemuda berusia 19 tahun ini lebih hebat lagi. Gara-gara rajahan di tubuhnya, ia divonis mengidap penyakit amat berbahaya dan belum ada obatnya, yakni systemic lupus erythematosus (Lupus). Menurut dokter yang menanganinya, ia bisa terjangkit Lupus karena tercemar virus yang berasal dari jarum tato.
Sejatinya, mereka yang gemar merajah tubuh memang berisiko tinggi terserang berbagai penyakit, karena merajah juga berarti melukai badan."Dari luka inilah lazimnya banyak bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh," ujar Dr. Irma Bernadette Simbolon, dermatovenereulogist (dokter ahli kulit) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Bahkan rasa sakit itu telah dirasakan sejak awal, ketika jarum tato mulai menusuk-nusuk bagian tubuh yang dirajah.Kerap, luka yang ditimbulkannya pun mengakibatkan iritasi sehingga berpeluang terinfeksi.Jika begitu kejadiannya, si ‘korban' akan mengalami demam dengan suhu tinggi.Dengan kondisi selemah itu, niscaya tubuh semakin rentan terserang bibit penyakit.
Risiko lainnya adalah kemungkinan buruk yang ditimbulkan oleh jarum tato.Karena sering digunakan berkali-kali, sehingga berpeluang terkontaminasi bibit penyakit jadi lebih leluasa menular.Penularan jadi lebih efektif karena jarum kerap menusuk hingga ke pembuluh darah serta jaringan saraf.Agar aman, seharusnya setiap jarum dipastikan dalam keadaan steril dan hanya digunakan sekali saja.
 
 
Begitu pula halnya dengan tinta tato.Umumnya yang banyak beredar di pasaran, tinta itu dibuat dari bahan kimia yang patut dikelompokkan ke dalam unsur logam berat, seperti arsenik, mercury, perak, emas, dan bismuth, yang berbahaya buat kesehatan.Lain halnya dengan tinta tato yang biasa digunakan oleh sejumlah penduduk asli di pedalaman.Karena dibuat dari ramuan tumbuhan-tumbuhan, tinta itu cenderung lebih aman.
Dalam ilmu kedokteran, merajah tubuh didefinisikan sebagai tindakan sengaja yang berpotensi menimbulkan kelainan pada kulit.Selain karena tato, kelainan pada kulit juga bisa disebabkan oleh sengatan sinar matahari yang berlebihan, pengaruh obat-obatan, dan terkena bahan kimia. Dan prinsipnya, semakin luas permukaan tubuh yang ditato, maka akan semakin besar pula risiko gangguannya. "Jika gambar tatonya sudah mencapai setengah dari permukaan tubuh, besar kemungkinan tubuh orang tersebut sudah keracunan.” Untuk itu sebelum mengambil keputusan untuk menato diri, pikir terlebih dahulu akibat yang akan ditanggung pihak penato diri. Penyesalan dikemudian hari pasti akan terjadi. Waspadalah! Oleh CIM Kusuma Widiawati
 
 
 
 
 

Dibaca: 17546 Pengunjung


 
artikel Lainnya
06 Mei 2014 : Program Matrikulasi Sebagai Dampak Pelaksanaan Kurikum KTSP 2013 Secara Serentak Di Semua Satuan Pe
17 September 2013 : Workshop Pengembangan Program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
11 September 2013 : Foto Lazer Bisa Membuat Orang Menjadi Muda
11 September 2013 : Sosok Yang Suputra Cerminan Pendidikan Yang Berhasil
10 September 2013 : Bimbingan Belajar Berteknologi
Cari artikel :    
 

Drs. I Ketut Muditha,M.Pd

Wakasek Kurikulum

I Nyoman Sedana,S.Pd, MM

Wakasek Kesiswaan

Drs. I Made Siarta, M.Pd

Wakasek SaPras


VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 3 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 7 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 842 Responden
Lihat hasil

 

SMAN 7 Denpasar
Beranda
Peta Situs
Situs Terkait
Foto
Video
Kritik Saran
Kontak Kami
Peta Lokasi

Lihat Peta Lebih Besar
Statistik Pengunjung
1857827

Pengunjung hari ini : 63
Total pengunjung : 238448
Hits hari ini : 447
Total Hits : 1857827
Pengunjung Online: 1


Kontak Informasi
SMAN 7 Denpasar
Jl.Kamboja No.9 Denpasar - Bali, Indonesia
 
P. 0361-222544
F. 0361-222544
E. info@sman7denpasar.sch.id
W. www.sman7denpasar.sch.id

Copyright © 2009 - 2012 SMA Negeri 7 DENPASAR. All Rights Reserved.  
ikuti kami di