ikuti kami di
  Pencarian
 

Dra. C.I.M. Kusuma Widiawati

Kepala Sekolah


Juni, 2017
MSSR KJS
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

DAPDODIK
  NISN
  NPSN
  NUPTK

KRITIK DAN SARAN
2013-04-18 11:17:02
  Fairus ( Riris)
  Hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:06:50
  Devi Andriyani
  Perangkingan hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:02:19
  I Putu Sundika
  Reuni lulusan tahun 1994
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan


 
ARTIKEL DETAIL
http://sman7denpasar.sch.id/ - Kamis, 18 April 2013
Standar Nasional Pendidikan Tanggung Jawab Siapa?
Dibaca: 1773 Pengunjung


Oleh : administrator

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, diikuti dengan permendiknas-permendiknas sejak tahun 2006 penting mendapat perhatian, untuk siapa standar pendidikan tersebut? Pemerintah hendaknya bertanggung jawab terhadap SNP, selain dibebankan kepada tingkat satuan pendidikan. Idealnya tanggung jawab tersebut ditanggung bersama Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Satuan Pendidikan, dan dukungan eksternal. Namun realitas yang sering terjadi justru sering muncul kebijakan-kebijakan yang tidak konstruktif, sebenarnya mudah dicapai dalam standar pendidikan, namun justru dilanggar demi kepentingan lain.

Sejak tahun 2006, pemerintah telah banyak menerbitkan Permendiknas-permendiknas sebagai acuan minimal yang harus ditaati oleh tingkat satuan pendidikan. Terlepas dari relatif tingginya standar yang ditetapkan, minimal sebagai acuan sekolah untuk meningkatkan status sekolah, SSN, SKM, Sekolah Model/contoh maupun SBI. Standar Nasional Pendidikan dimaksudkan untuk memacu pengelola, penyelenggara, dan satuan pendidikan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Selain itu, SNP juga dimaksudkan sebagai perangkat untuk mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Ruang lingkup SNP meliputi 8 (delapan) standar yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Untuk memenuhi profil dari SNP tersebut memerlukan sinergi kebijakan dari pemerintah, tingkat satuan pendidikan, dan dukungan eksternal. Ketika akan memenuhi profil standar nasional pendidikan inilah sering terjadi kendala-kendala yang disebabkan oleh adanya kebijakan yang tidak mendukung. Banyak hal yang seharusnya mudah dipenuhi justru sebaliknya menjadi hal yang rumit. Bagaimana pekerjaan mudah menjadi tidak mudah dikerjakan, apalagi pekerjaan sulit maka menjadi semakin sulit untuk dicapai, akhirnya menjadi kendala besar dalam mencapai SNP sebagai cikal bakal peningkatan mutu pendidikan di negara kita.

Status sekolah SSN, SKM, Sekolah Model/contoh, dan SBI, tidak dapat hanya diukur dengan persentase tingkat pendidikan guru yang S-2 maupun S-3, namun masih ada profil lain yang harus dilaksanakan sesuai dengan 8 (delapan) SNP.  Profil tersebut adalah, profil standar isi, profil standar kompetensi lulusan, profil standar proses, profil standar pendidik, dan tenaga kependidikan, profil standar sarana dan prasarana, profil standar penglolaan, profil satanadar penilaian pendidikan, profil standar pembiayaan, dan tidak kalah pentingnya adalah kesiapan sekolah dan dukungan eksternal.

Profil SNP tersebut menunjukkan kepentingan dan prioritas yang mesti dilakukan untuk mencapai mutu pendidikan. Pada tahap inilah diperlukan kebijakan yang konsisten mendukung peningkatan mutu pendidikan, sebab SNP berkorelasi dengan mutu pendidikan. Mutu pendidikan tidak berdiri sendiri dan tidak dapat diukur hanya dari satu standar pendidikan saja, seperti standar pendidik dan tenaga kependidikan, seberapa banyak guru yang sudah S-2 atau S-3, paling tidak masih ada standar lain yang harus dikerjakan bersama, dan bukan hanya dibebankan pada tingkat satuan pendidikan saja. Masyarakat jangan dibuat bingung atas penilaian akreditasi berlabel “A” maupun berlabel “SBI” maupun “SMA Model”, tetapi sejauh mana sekolah telah mencapai standar-standar pendidikan nasional tersebut. Dari profil 8 (delapan) SNP tersebut, diumumkan ketercapaiannya pada masing-masing sekolah, sehingga masyarakat tahu apa keunggulan dan kekurangan sekolah tersebut. Hal tersebut sangat penting agar masyarakat tidak dikelabui  “parfum pewangi” yang sifatnya “instan”, lalu ujung-ujungnya menjadikan “SBI = Sekolah Bertarif Internasional”

Standarisasi dapat dilakukan dengan akreditasi oleh tingkat satuan pendidikan secara mandiri yang disebut evaluasi mandiri, juga dapat dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional.

Dampak besar bila SNP tidak dicapai secara menyeluruh di Indonesia maka, UN (Ujian Nasional), UAS (Ulangan Akhir Semester) yang dilakukan serentak/bersama, belum sempurna digunakan untuk menentukan kelulusan siswa pada tingkat satuan pendidikan itu. Sebagai contoh, bila ingin mengadakan ulangan akhir semester bersama, maka pencapaian SNP tingkat satuan pendidikan adalah berkategori sama, bila tidak maka bobot soal tidak valid bila disamaratakan.

Maka sudah menjadi keharusan bagi pemerintah daerah memprioritaskan program-program yang dapat mendukung ketercapaian SNP bersinergi dengan program pusat dan dukungan eksternal. Pemerintah pusat telah menerbitkan profil-profil pemenuhan SNP tersebut, mulai dari sekolah kategori SSN, SKM, SBI dan sekolah contoh “SMA Model” , dapat digunakan acuan untuk memutuskan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah, sehingga SNP merupakan tanggung jawab kita bersama.

Penulis
TPK (Tim Pengembang Kurikulum) Provinsi Bali

Oleh :
Drs I Ketut Muditha, M.Pd.
Pembina Utama Muda


Dibaca: 1773 Pengunjung


 
artikel Lainnya
06 Mei 2014 : Program Matrikulasi Sebagai Dampak Pelaksanaan Kurikum KTSP 2013 Secara Serentak Di Semua Satuan Pe
01 Desember 2013 : TATTOO TUBUH PENTINGKAH ?
17 September 2013 : Workshop Pengembangan Program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
11 September 2013 : Foto Lazer Bisa Membuat Orang Menjadi Muda
11 September 2013 : Sosok Yang Suputra Cerminan Pendidikan Yang Berhasil
Cari artikel :    
 

Drs. I Ketut Muditha,M.Pd

Wakasek Kurikulum

I Nyoman Sedana,S.Pd, MM

Wakasek Kesiswaan

Drs. I Made Siarta, M.Pd

Wakasek SaPras


VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 3 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 7 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 801 Responden
Lihat hasil

 

SMAN 7 Denpasar
Beranda
Peta Situs
Situs Terkait
Foto
Video
Kritik Saran
Kontak Kami
Peta Lokasi

Lihat Peta Lebih Besar
Statistik Pengunjung
1677282

Pengunjung hari ini : 86
Total pengunjung : 219529
Hits hari ini : 763
Total Hits : 1677282
Pengunjung Online: 3


Kontak Informasi
SMAN 7 Denpasar
Jl.Kamboja No.9 Denpasar - Bali, Indonesia
 
P. 0361-222544
F. 0361-222544
E. info@sman7denpasar.sch.id
W. www.sman7denpasar.sch.id

Copyright © 2009 - 2012 SMA Negeri 7 DENPASAR. All Rights Reserved.  
ikuti kami di