ikuti kami di
  Pencarian
 

Dra. C.I.M. Kusuma Widiawati

Kepala Sekolah


Oktober, 2017
MSSR KJS
1234567
891011121314
151617181920 21
22232425262728
293031    

DAPDODIK
  NISN
  NPSN
  NUPTK

KRITIK DAN SARAN
2013-04-18 11:17:02
  Fairus ( Riris)
  Hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:06:50
  Devi Andriyani
  Perangkingan hasil Olimpiade
 
2013-04-18 11:02:19
  I Putu Sundika
  Reuni lulusan tahun 1994
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan


 
ARTIKEL DETAIL
http://sman7denpasar.sch.id/ - Kamis, 18 April 2013
Berita AIDS, I Desember 2010
Dibaca: 1325 Pengunjung


Oleh : administrator

Banyak orang di kalangan dunia pendidikan mulai bertanya-tanya, mengapa tanggal 1 Desember tahun ini mulai diadakan upacara untuk mengingat hari Aids sedunia? Mengapa baru sekarang? Mengapa harus ada upacara? Mengapa harus kita yang melakukan bukan dia? Berbagai pertanyaan yang berdatangan di benak para guru, siswa, maupun orang tua. Mungkin itu pertanyaan yang cukup penting untuk dipertanyakan dan sesegera mungkin untuk dijawab. Namun permasalahan yang sesungguhnya yang mendasar yang sedang dihadapi generasi muda kita adalah mengedepankan apa sebenarnya Aids itu sendiri?
Dengan begitu cepatnya HIV dan Aids menyebar di permukaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, menjadikan Indonesia kalang kabut. Kita tidak menyangka begitu cepatnya virus itu menyebar, dari orang satu ke orang lain. Tidak mengenal strata, golongan, usia, jabatan sosial, keadaan ekonomi, dan yang lainnya. Kita tidak tahu betapa menderitanya NKRI sekarang, karena generasi penerus kita ada pada posisi rawan dijangkiti HIV dan Aids. Virus ini menyerang secara berlahan namun pasti untuk mematikan.
Agar kita tidak berburuk sangka pada sesuatu di seputar HIV dan Aids, satu keputusan yang harus menjadi pegangan kita adalah ‘mari kita mengenal HIV dan Aids secara benar, sebelum kita berbuat sesuatu untuk generasi muda kita yang kita cintai’.
Apakah sebenarnya HIV itu?
HIV merupakan singkatan dari ’Human Immunodeficiency Virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit lainnya. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Apakah Aids itu?
Aids adalah singkatan dari ‘Acquired Immunodeficiency Syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah divonis sebagai penyebab Aids. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi Aids.
Apakah gejala-gejala dari HIV?
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera/mendadak setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi), gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa, yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu sampai tiga bulan setelah terjadinya infeksi.
Jika infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV. Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya Aids.
Kapankah seorang bisa terkena Aids?
Istilah Aids digunakan untuk tahap-tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda Aids dalam waktu 8-10 tahun. Aids diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia/ WHO (World Health Organization) sebagai berikut:
1. Tahap I, penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai Aids.
2. Tahap II, meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh.
3. Tahap III, meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru.
4. Tahap IV, meliputi toksoplasmosis pada otak, kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan sarkoma kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator Aids.
Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.
Seberapa cepat HIV bisa berkembang menjadi Aids?
Lamanya dapat bervariasi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena Aids dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan Aids dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.
Berkembangnya Aids di Indonesia, kapan?
Sejak 1985 sampai tahun 1996 kasus AIDS di Indonesia masih amat jarang sebagian besar berasal dari kelompok homoseksual. Sejak pertengahan tahun 1999 mulai terlihat peningkatan tajam terutama akibat penularan melalui narkotika suntik. Hingga Maret 2005 tercatat 6.789 kasus HIV dan Aids. Jumlah itu diperkirakan belum menunjukkan angka sebenarnya. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2002 memperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV adalah antara 90.000 sampai 130.000 orang. Estimasi terbaru jumlah yang terinfeksi HIV lebih dari 500.000 orang.
Data yang ada menunjukkan kesimpulan bahwa epidemi HIV dan AIDS di Indonesia sudah berada dalam tahap lanjut. Penularan terjadi melalui berbagai cara, baik melalui hubungan homoseksual, heteroseksual, jarum suntik pada pengguna narkotika, transfusi komponen darah, hingga dan dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya. Infeksi HIV dan Aids juga telah mengenai semua golongan masyarakat, baik kelompok risiko tinggi maupun masyarakat umum. Jika pada awalnya, sebagian besar odha berasal dari kelompok homoseksual maka kini telah terjadi pergeseran, yaitu persentase penularan secara heteroseksual dan pengguna narkotika semakin meningkat. Beberapa bayi yang terbukti tertular HIV dari ibunya menunjukkan tahap yang lebih lanjut dari tahap penularan heteroseksual.
Perkembangan epidemi HIV dan Aids di Indonesia sangat memprihatinkan. Jika pada tahun 2004 kasus Aids ditemukan di 16 provinsi, maka pada tahun 2007 telah ditemukan di 32 provinsi. Dengan demikian, Aids telah terjadi hampir di seluruh Indonesia. Bahkan di Papua, prevalensi Aids sangat tinggi dan telah terjadi pada populasi umum. Prevalensi ini dikhawatirkan akan terus meningkat karena kasus HIV juga terus meningkat. Walaupun saat ini ada sekitar 6000 kasus HIV, namun diperkirakan populasi yang rawan tertular HIV sebanyak 193.000 orang (data dari Kementerian RI).
HIV dan Aids dapat menyebabkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turun dan mempunyai dampak terhadap ekonomi dan kemiskinan. Untuk itu perlu adanya koordinasi dalam menanggani masalah ini secara bersama-sama. Koordinasi menjadi kata kunci yang sangat penting bagi penanggulangan HIV dan Aids, yang tidak hanya pada tingkat perencanaan, tetapi juga penganggaran, implementasi dan tata laksana kasus, baik di pusat maupun di daerah.
Selain masalah koordinasi, masalah lain dalam penanggulangan HIV dan Aids adalah soal pendanaan. Sampai saat ini, pendanaan masih bergantung pada bantuan luar negeri yakni sekitar 70% yang mempunyai dampak kurang baik. Kita menempatkan diri pada posisi kebergantungan pada donor tinggi. Kita tahu bahwa bantuan ini dapat berhenti sewaktu-waktu karena berbagai sebab. Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia mulai mengurangi kebergantungan tersebut dengan meningkatkan dana dari dalam negeri termasuk meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha.
Nah, tunggu apa lagi? Jika informasi seputar HIV dan Aids sudah diperoleh, maka mari kita singsingkan tangan saling bantu satu sama lain, cegah sedini mungkin diri Anda dari virus yang mematikan ini. (CIM)


Dibaca: 1325 Pengunjung


 
artikel Lainnya
06 Mei 2014 : Program Matrikulasi Sebagai Dampak Pelaksanaan Kurikum KTSP 2013 Secara Serentak Di Semua Satuan Pe
01 Desember 2013 : TATTOO TUBUH PENTINGKAH ?
17 September 2013 : Workshop Pengembangan Program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
11 September 2013 : Foto Lazer Bisa Membuat Orang Menjadi Muda
11 September 2013 : Sosok Yang Suputra Cerminan Pendidikan Yang Berhasil
Cari artikel :    
 

Drs. I Ketut Muditha,M.Pd

Wakasek Kurikulum

I Nyoman Sedana,S.Pd, MM

Wakasek Kesiswaan

Drs. I Made Siarta, M.Pd

Wakasek SaPras


VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 3 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 7 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 841 Responden
Lihat hasil

 

SMAN 7 Denpasar
Beranda
Peta Situs
Situs Terkait
Foto
Video
Kritik Saran
Kontak Kami
Peta Lokasi

Lihat Peta Lebih Besar
Statistik Pengunjung
1856380

Pengunjung hari ini : 89
Total pengunjung : 238270
Hits hari ini : 695
Total Hits : 1856380
Pengunjung Online: 1


Kontak Informasi
SMAN 7 Denpasar
Jl.Kamboja No.9 Denpasar - Bali, Indonesia
 
P. 0361-222544
F. 0361-222544
E. info@sman7denpasar.sch.id
W. www.sman7denpasar.sch.id

Copyright © 2009 - 2012 SMA Negeri 7 DENPASAR. All Rights Reserved.  
ikuti kami di