Profil OSIS

Sebelum terbentuknya OSIS, sekolah SLTA maupun SLTP cenderung memiliki berbagai macam bentuk dan corak siswa. Keadaan tersebut menyebabkan pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa di Jakarta sadarakan maksud dan tujuan belajar di sekolah, bahwa ingin menghindari adanya perpecahan antara para siswa Intra Sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari Pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga terbentuklah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
 
Terbentuknya OSIS ini menandakan adanya perhatian pemerintah yang begitu besar terhadap perkembangan dan pembinaan Generas iMuda yang seharusnya memiliki bekal ketrampilan, kepemimpinan, kebugaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budipekerti luhur.
 
DASAR HUKUM :
  • Undang-Undang No. 20 tahun 2003
  • Undang-Undang No. 14 tahun 2005
  • PeraturanPemerintah No. 19 tahun 2005
  • PeraturanPresiden RI No. 7 tahun 2005
  • KeputusanMendikbud No. 0461/U/1984
  • KeputusanDirjenDikdasmen No. 226/C/0/1992